Upaya Penguatan Pendidikan Karakter untuk mencetak Generasi yang Cerdas dan Berkarakter

         Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk di berikan kepada generasi selanjutnya, seiring perkembangan zaman yang semakin pesat belum lagi era globalisasi yang cenderung memiliki berbagai dampak terhadap daya fikir anak. Disamping dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi atau biasa disebut IPTEK, anak-anak juga perlu dibekali pendidikan karakter yang kuat. Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membekali generasi dengan nilai-nilai budaya bangsa agar tidak mudah terpengaruh budaya asing. Selain itu, pendidikan karakter diharapkan dapat melatih dan mengembangkan kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

Fifi Herlina Sari, Salah satu mahasiswa KKN yang turut mengajar siswa SDN 1 Pakong

 Pemerintah telah berupaya melalui progam Penguatan Pendidikan Karakter dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan (Integritas, Religius, Nasiolis, Gotong royong dan Mandiri) sebagai solusi untuk menjawab berbagai problem yang ada di masyarakat. Dengan progam tersebut diharapkan Indonesia mampu bersaing dengan negara lainnya terutama di Benua Asia. Sayangnya pada fakta di lapangan pendidikan di Indonesia masih belum bisa di katakan berhasil, karena banyak faktor yang menghambat perkembangan pendidikan Indonesia. Seperti halnya yang terdapat di Desa Pakong, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Di Desa yang terletak berbatasan dengan Kecamatan Galis ini terdapat kurang lebih 12 yayasan dan mempunyai sistem pendidikan sendiri. Akibat dominasi pendidikan informal inilah yang menjadikan pendidikan formal seperti sekolah negeri kurang di minati.

           Banyak hal yang membuat sekolah negeri di Desa Pakong kurang di minati, diantaranya keterbatasan tenaga pendidik dan kepercayaan orang tua terhadap sekolah negeri. Kekhawatiran orang tua inilah yang menjadi problem utama, hal yang sangat ditakutkan oleh orang tua adalah kurangnya pendidikan karakter terutama berkaitan akhlak dan sikap. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, orang tua menempatkan anak-anaknya di pondok pesantren dengan tujuan agar dapat bimbingan dan arahan dari alim ulama. Disamping problem diatas banyak juga faktor lain yang tidak bisa dijelaskan satu per satu.

             Melihat kondisi tersebut, kami dari kelompok 100 KKN Tematik UTM 2018 memiliki sebuah program kerja yang bergerak di Bidang Pendidikan. Dimulai Jum’at, 20 Juli 2018 kelompok 100 diminta bantuan tenaga dan ide untuk turut mendidik dan mengajar di SDN 1 Pakong. Metode yang di terapkan untuk anak-anak kelas 2 sampai 6 SD ini adalah bermain dan belajar serta penanaman nilai-nilai karakter pada anak. Pada usia ini anak-anak cenderung mencontoh apa yang dilihat sehingga kami berusaha memberikan teladan sebaik mungkin agar bisa dicontoh dan diterapkan di kehidupan sehari-harinya. Kehadiran kami cukup memberikan suntikan semangat belajar, antusias mereka terlihat ketika berebut maju kedepan kelas untuk memperkenalkan diri masing-masing. Untuk lebih dekat, kami memberikan beberapa permainan agar suasana kelas lebih segar sebelum memberikan materi pendidikan sesuai dengan kurikulum yang sudah ada. Semoga kehadiran kami lakukan dapat memperbaiki kekurangan dan menjadi bahan evaluasi guna peningkatan mutu pendidikan serta mewujudkan tujuan utama yaitu mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter.
           
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.