Hasil Olahan Produk Lokal, Warga Menyebutnya "BOHONG"


Hasil Olahan Brownies Singkong
Desa Pakong merupakan salah satu Desa yang berada di kecamatan modung, kabupaten Bangkalan. Untuk menuju Desa yang terletak di arah timur laut dar kota Bangkalan, harus ditempuh kurang lebih 45 menit dari pusat kota. Desa Pakong yang identik dengan suasana religi merupakan sebuah daerah yang terdiri dari batuan karst. Tidak heran jika memasuki musim kemarau menjadikan daerah ini sulit mendapatkan air atau kekeringan hal ini berpengaruh pada mata pencaharian warga sekitar. Musim penghujan tiba, sebagian warga desa pakong menanam padi sebagai penghasilan utama, sedangkan jika memasuki musim kemarau warga memanfaatkan lahan sawah maupun tegal dengan ditanami tanaman biji-bijian, singkong serta jagung. 

Singkong atau biasa dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan pohong merupakan salah satu penghasil karbohidrat yang cocok untuk dikonsumsi ketika lapar. Singkong oleh warga lokal biasanya hanya diolah menjadi jajanan pasar yang biasanya dikonsumsi pagi hari sebagai pengganjal perut sebelum melakukan aktivitas harian. Produk yang seperti tidak memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa memiliki gagasan yang dikonsep dalam kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengolahan Brownies Singkong sebagai Alternatif Meningkatkan Nilai Jual Hasil Pangan Lokal”. Kegiatan ini mengundang Ibu PKK, Karang Taruna da ibu rumah tangga Desa Pakong. Sebagian mahasiswa beserta ibu-ibu desa pakong begitu antusias melalukan pengolahan brownies sesuai dengan resep yang. Dicelah-celah kegiatan sharing pengalaman dan komunikasi terjalin baik antara mahasiswa dan ibu-ibu serta peserta yang hadir. Setelah pengolahan selesai, tak lupa mahasiswa memberikan metode pengemasan yang baik dan cara pemasaran yang efektif melalui onlineshop atau media sosial lainnya.

Acara yang dilaksanakan pada senin tanggal 23 juli 2018 bertempat di kantor Desa Pakong mendapat respon baik, bahkan selepas acara ditutup ada beberapa warga yang langsung mencoba membuat brownies singkong yang diberi nama hits “BOHONG” yang berarti brownies pohong, sebagai persiapan acara keluarga dan arisan. “Kegiatan seperti inilah yang harus sering dilakukan untuk memberikan pekerjaan kepada ibu-ibu desa pakong sehingga bisa membantu perekonomian keluarga.” tegas Ibu Hj. Nur Azizah (Ketua PKK Desa Pakong) pada akhir kegiatan kepada peserta.


Proses pembuatan brownies singkong oleh mahasiswa dan ibu-ibu desa pakong
Harapan dari mahasiswa melalui kegiatan ini ibu-ibu desa pakong bisa mencoba dan memiliki pekerjaan sampingan atau biasa disebut home industri. “Kekurangan pasti ada, namun yang perlu ditekankan adalah proses belajar yang tak mengenal usia.” Imbuh salah satu mahasiswa yang memberikan semangat kepada peserta yang hadir. Produk tersebut juga memiliki nilai gizi yang cukup karena bahan yang digunakan adalah bahan-bahan yang alami tanpa menggunakan bahan sintetis seperti pewarna ataupun pengawet buatan. 
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.