PROFIL DESA

Desa Pakong adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Desa Pakong terletak 15 KM ke arah Barat daya dari kota Kecamatan. Desa Pakong merupakan salah satu dari 17 desa yang terdapat di Kecamatan Modung dengan luas wilayah 142,50 hektar. Desa Pakong sebelah utara berbatasan dengan Pakaan Laok Kecamatan Galis, bagian selatan berbatasan dengan Glisgis Kecamatan Modung, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Alaskokon Kecamatan Modung, dan sebelah timur desa Pakong berbatasan dengan Mangga’an Kecamatan Modung. Desa Pakong memiliki 5 dusun, yaitu : Dusun Barat Embong, Timur Embong, Sorok, Seccang, dan Masaran. Jalan antar dusun dapat dikatakan mudah untuk dijangkau dikarenakan kondisi jalan yang sudah dapat dilewati kendaraan roda empat sehingga komunikasi antar dusun dapat terjalin dengan baik. Jarak desa Pakong ke kota Kecamatan ± 35 KM dengan lama tempuh ±90 menit perjalanan. Sedangkan jarak desa ke Kabupaten ±26 KM dengan lama tempuh 60 menit.

     Kehidupan sosial masyarakat desa Pakong rata-rata sebagai petani. Pakong merupakan salah satu desa di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, desa Pakong mempunyai potensi bidang pertanian dan peternakan. Setiap dusun yang berada didesa pakong umumnya memiliki potensi berbeda-beda. Dusun Barat Embong memiliki hasil tani jagung, kacang ijo, mangga, kedelai, singkong, dan pohon pisang. Dusun Timur Embong hasil tani yang menonjol yaitu jagung, singkong, kedelai, kacang, dan cabe. Dusun Sorok hasil tani yang menonjol yaitu jagung, cabe, pisang, dan kedelai. Dusun Seccang memiliki hasil tani singkong, jagung, tembakau, dan pisang. Dan dusun Masaran hasil tani yang menonjol yaitu jagung dan singkong. Rata-rata potensi lokal yang ada di desa Pakong yaitu jagung, selain itu kedelai, kacang ijo, cabe, mangga, singkong, larbak, dan sukun.

      Sedangkan dari segi pendidikan yang ada desa Pakong yaitu terdapat 2 Sekolah Dasar/Sederajat (SD), terdapat 4 Sekolah Menengah Pertama/Sederajat (SMP), terdapat 2 Sekolah Menengah Atas/Sederajat (SMA), serta 1 Universitas Swasta.

    Petani didaerah Pakong merupakan daerah gunung kapur. Warga desa Pakong tidak dapat menanam padi sehingga warga desa Pakong harus membeli beras untuk dikonsumsi. Mayoritas warga desa Pakong menanam jagung, sukun dan singkong untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai pengganti beras. Lahan yang digunakan untuk menanam padi tidak sesuai sesuai dengan standart kelayakan untuk ditanami padi yang mengakibatkan gagal panen. Menanam jagung didesa Pakong tidak semudah menanam jagung didaerah lain, karena dalam menanam jagung beserta tanaman lain warga harus mencari tanah yang berada disela-sela batu kapur. Didesa Pakong terdapat tanaman yang cukup terkenal yaitu larbak (kentang hitam). Larbak merupakan hasil tani dari penduduk desa Pakong yang terletak didusun Seccang. Larbak mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan, karena Larbak hanya ada didesa Pakong dan begitu langka. Larbak tersebut merupakan hasil tani sejenis umbi-umbian yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Larbak dibudidayakan hanya pada musim penghujan. Ketika musim kemarau petani larbak tidak dibudidayakan karena kesulitan air. Tanaman larbak tidak dapat dijadikan sebagai program kerja karena baru saja ditanam oleh warga sekitar.

     Berdasarkan data penduduk saat ini, jumlah penduduk desa Pakong yaitu 3.968 jiwa yang mencakup semua jenis kelamin, pria-wanita, tua-muda, kecil-dewasa. Mayoritas warga desa ini adalah muslim, dan hal tersebut didukung dengan kondisi sosial-budaya yang melekatnya tradisi Islam disekitar desa dan adanya pondok-pondok kecil hampir diseluruh desa Pakong, serta pendidikan bernuansa Islam.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.