:

Jumat, 03 Februari 2017

POTRET WARGA PAKONG

  Masyarakat Pakong tergolong perekonomian menengah kebawah, dikarenakan penduduk desa Pakong memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang sangat bergantung pada hasil petani, tenaga kerja diluar Negeri (TKI) dan peternak. Masyarakat Dusun Barat Embong, Timur Embong, Sorok, Seccang, dan Masaran mayoritas sebagai petani penanam jagung, sukun, dan singkong. Hasil yang mereka tanam tidak dijual melainkan untuk dikonsumsi sehari-hari, karena tidak semua warga di desa Pakong sanggup membeli beras. Selain itu, masyarakat daerah Pakong lebih tertarik untuk bekerja diluar Negeri dengan gaji yang besar dibandingkan membuka usaha yang belum tentu untung. Di desa Pakong juga terdapat usaha krupuk. Beberapa lansia dan para wanita di desa Pakong membuat toko sembako kecil-kecilan. Banyak pemuda lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang pergi ke kota bahkan keluar Negeri bagi yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) demi memperoleh gaji yang besar untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik lagi sebagai motivasi besar bagi kebanyakan masyarakat. Berdasarkan diagram disamping diketahui bahwa penduduk di desa Pakong memiliki beragam pekerjaan, karena faktor lingkungan didaerah Pakong adalah gunung batu. Mayoritas warga desa Pakong adalah petani dengan persentase 58,86 % yaitu bekisar750 jiwa, pedagang 12 % yaitu 153, PNS 0,6 % yaitu 8, buruh 24,72 yaitu 315, dan jasa 3,8 % yaitu 48.










melihat kondisi geografis dari desa Pakong dapat disimpulkan mayoritas penduduk desa berprofesi sebagai petani. hal ini didukung dengan data diatas bahwa petani menduduki peringkat pertama sebesar

0 komentar:

Posting Komentar