:

Latest Post

Senin, 06 Februari 2017

PROFIL DESA

Desa Pakong adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Desa Pakong terletak 15 KM ke arah Barat daya dari kota Kecamatan. Desa Pakong merupakan salah satu dari 17 desa yang terdapat di Kecamatan Modung dengan luas wilayah 142,50 hektar. Desa Pakong sebelah utara berbatasan dengan Pakaan Laok Kecamatan Galis, bagian selatan berbatasan dengan Glisgis Kecamatan Modung, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Alaskokon Kecamatan Modung, dan sebelah timur desa Pakong berbatasan dengan Mangga’an Kecamatan Modung. Desa Pakong memiliki 5 dusun, yaitu : Dusun Barat Embong, Timur Embong, Sorok, Seccang, dan Masaran. Jalan antar dusun dapat dikatakan mudah untuk dijangkau dikarenakan kondisi jalan yang sudah dapat dilewati kendaraan roda empat sehingga komunikasi antar dusun dapat terjalin dengan baik. Jarak desa Pakong ke kota Kecamatan ± 35 KM dengan lama tempuh ±90 menit perjalanan. Sedangkan jarak desa ke Kabupaten ±26 KM dengan lama tempuh 60 menit.

     Kehidupan sosial masyarakat desa Pakong rata-rata sebagai petani. Pakong merupakan salah satu desa di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, desa Pakong mempunyai potensi bidang pertanian dan peternakan. Setiap dusun yang berada didesa pakong umumnya memiliki potensi berbeda-beda. Dusun Barat Embong memiliki hasil tani jagung, kacang ijo, mangga, kedelai, singkong, dan pohon pisang. Dusun Timur Embong hasil tani yang menonjol yaitu jagung, singkong, kedelai, kacang, dan cabe. Dusun Sorok hasil tani yang menonjol yaitu jagung, cabe, pisang, dan kedelai. Dusun Seccang memiliki hasil tani singkong, jagung, tembakau, dan pisang. Dan dusun Masaran hasil tani yang menonjol yaitu jagung dan singkong. Rata-rata potensi lokal yang ada di desa Pakong yaitu jagung, selain itu kedelai, kacang ijo, cabe, mangga, singkong, larbak, dan sukun.

      Sedangkan dari segi pendidikan yang ada desa Pakong yaitu terdapat 2 Sekolah Dasar/Sederajat (SD), terdapat 4 Sekolah Menengah Pertama/Sederajat (SMP), terdapat 2 Sekolah Menengah Atas/Sederajat (SMA), serta 1 Universitas Swasta.

    Petani didaerah Pakong merupakan daerah gunung kapur. Warga desa Pakong tidak dapat menanam padi sehingga warga desa Pakong harus membeli beras untuk dikonsumsi. Mayoritas warga desa Pakong menanam jagung, sukun dan singkong untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai pengganti beras. Lahan yang digunakan untuk menanam padi tidak sesuai sesuai dengan standart kelayakan untuk ditanami padi yang mengakibatkan gagal panen. Menanam jagung didesa Pakong tidak semudah menanam jagung didaerah lain, karena dalam menanam jagung beserta tanaman lain warga harus mencari tanah yang berada disela-sela batu kapur. Didesa Pakong terdapat tanaman yang cukup terkenal yaitu larbak (kentang hitam). Larbak merupakan hasil tani dari penduduk desa Pakong yang terletak didusun Seccang. Larbak mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan, karena Larbak hanya ada didesa Pakong dan begitu langka. Larbak tersebut merupakan hasil tani sejenis umbi-umbian yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Larbak dibudidayakan hanya pada musim penghujan. Ketika musim kemarau petani larbak tidak dibudidayakan karena kesulitan air. Tanaman larbak tidak dapat dijadikan sebagai program kerja karena baru saja ditanam oleh warga sekitar.

     Berdasarkan data penduduk saat ini, jumlah penduduk desa Pakong yaitu 3.968 jiwa yang mencakup semua jenis kelamin, pria-wanita, tua-muda, kecil-dewasa. Mayoritas warga desa ini adalah muslim, dan hal tersebut didukung dengan kondisi sosial-budaya yang melekatnya tradisi Islam disekitar desa dan adanya pondok-pondok kecil hampir diseluruh desa Pakong, serta pendidikan bernuansa Islam.

Minggu, 05 Februari 2017

KENAPA PERLU SERTIFIKASI TANAH ?

    
Dalam sebuah masyarakat yang demokrasi saat ini sesuatu harus berdasarkan suatu fakta dan bukti yang kongkrit. Salah satu contohnya dalam pmenyertifikatkan suatu tah sebagai hak milik.

      Kenapa perlu sertifikasi tanah? Tentu, untuk melindungan hak milik dalam suatu kepemilikan. Seperti diketahui, banyak masyarakat saat ini yang sedang memperebutkan sesuatu tanah antar warga dengan warga lain. hal ini terjadi karena tidak adanya hak milik yang membuktikan bahwa tanah tersebut miliknya. Selain warga dengan warga, perebutan sengketa tanah juga terjadi antara warga dengan suatu perusahan atau instansi pemerintahan. Lagi-lagi hal ini terjadi karena ketidak jelasan dari kepemilikan suatu tanah. 

     Melihat dari suatu kondisi tersebut maka perangkat desa Pakong menyelenggarakan sosialisasi "Pendaftaran Tanah Sistematis Langkap 2017". Acara tersebut berlangsung pada tanggal 2 Februari 2017 pada pukul 08:00-11:00 WIB di rumah Kepala desa Pakong. Acara ini dihadiri oleh BPN Bangkalan yang dihadiri oleh lebih dari 100 warga. BPN Bangkalan menjelaskan bahwa pentingnya sertifikasi tanah untuk melindungi hak milik warga desa Pakong. Selain itu BPN Bangkalan juga menjelaskan langkah-langkah dalam mendaftarkan tanah mereka. Tujuan diadakan sosiali sasi ini untuk memberi pengetahuan kepada warga desa Pakong akan pentinnya sertifikasi suatu kepemilikan.

PISAH KENANG DAN RAMAH TAMAH KKN 09 UTM DI RUMAH KEPALA DESA PAKONG


       Acara Malam terakhir KKN 09 pada tanggal 5 Februari 2017 merupakan pisah kenang dan ramah tamah bersama perangkat desa Pakong. Acara tersebut dimulai dari pukul 21:00-24:00 yang dihadiri oleh kelompok KKN 09 UTM dan perangkat desa Pakong yang bertempat di rumah Kepala desa Pakong. Pisah kenang ini merupakan undangan dari H. Samsul Hadi sebagai Kepala desa Pakong sebagai malam terakhir dengan kelompok KKN 09 UTM. Dalam acara tersebut berdiskusi tentang kondisi desa, kegiatan sehari-hari, dan bernyanyi bersama untuk menghangatkan suasana. Acara ditutup dengan makan bersama-sama.Dengan adanya acara ini diharapkan agar terbinanya hubungan silatrurahim yang baik antar kelompok KKN 09 dengan perangkat desa Pakong.

Sabtu, 04 Februari 2017

UNGKAPAN SYUKUR KKN 09 UTM DI DESA PAKONG

         Kelompok KKN 09 setelah melaksanakan "Malam Inagurasi" tanggal 4 Februari 2017 sebagai malam perpisahan dengan masyarakat desa Pakong. Sebagai pelengkap  penutup acara-acara yang telah dilakukan, keesokan harinya pada tanggal 5 Februari 2017 pukul 16:00 WIB mengundang perangkat desa dan warga sekitar bascame yang ditempati selama hampir satu bulan untuk membaca tahlil bersama. alhamdulliah acara ini dihadiri oleh lebih dari 50 warga dan perangkat desa Pakong. Acara ini bermaksud untuk mengungkapkan rasa syukur kepada ALLAH SWT yang telah memberikan kelancaran dalam menjalankan
KULIAH KERJA NYATA (KKN). Selain itu acara ini bermaksud untuk mempererat silaturahim antar warga sekitar dan berpamitan kepada warga bawasannya keesokan hari temen-temen KKN 09 UTM akan kempali pulang ke kampus.      



DIMANA ADA PERTEMUAN DISITU ADA PERPISAHAN

       Acara malam inagurasi yang diadakan oleh KKN 09 tanggal 4 Februari 2017 pukul 20:00 WIB bertempat di rumah kepala desa Pakong merupakan malam perpisahan telah usainya program kerja KKN 09 UTM. Acara tersebut dihadiri 200 lebih warga desa Pakong yang terdiri oleh para perangkat desa, ibu-ibu PKK, karang taruna dan masyarakat Pakong. Rangkaian kegiatan acara ini adalah penyambutan dari kordinator desa KKN 09 Ahmad Arif Zain yang mengutarakan terimakasih atas kerjasama dan dukungan dari masyarakat desa Pakong selama 26 hari terakhir. Tak lupa kordes KKN
09 memohon maaf selama KKN jika ada yang kurang mengenang dihati masyarakat. Berikutnya sambutan dari kepala desa Pakong H. Samsul Hadi, kepala desa mengucapkan banyak terimakasih kepada kelompok KKN 09 yang telah membatu masyarakat Pakong dengan program-program kerja KKN 09 UTM. Selain itu kepala desa juga meminta maaf jika selama berada di desa Pakong atas kurang nyaman fasilitas yang telah diberikan.

    Acara berlanjut degan penampilan tari oleh anak-anak Pakong. Setelah itu dilanjutan dengan perlombaan fashion hijab yang diikuti oleh puti-putri terbaik tiap dusu desa Pakong. Perlombaan tersebut diikuti oleh 20 peserta. Sebelum peserta tampil, dewan juri dari KKN 09 UTM memberikan penamilan feshion show. SElanjutnya di lanjutkan olh para peserta. Penampilan para peserta begitu lincah bak seorang model perfesional. Mereka mengeluarkan semua kemampuan yang mereka miliki untuk satu tujuan yaitu JUARA. Setelah semua peserta tampil dengan percaya diri dan bakat yang mereka miliki. Para juri berembuk untuk memilih juaranya. Waktu yang ditunggu-tunggu tiba yaitu pengumuman juara fashion hijab. Pemenag tersebut adalah
1. Juara 1 diraih oleh dusun Secang
2. Juara 2 diraih oleh dusun Sorok
3. Juara 3 diraih oleh dusun Masaran
4. Harapan 1 diraih oleh Timur Embong
5. Harapan 2 diraih oleh Barat Embong
6. Best Perfome diraih oleh Secang
7. Hijabers diraih oleh Sorok
8. Favorite diraih oleh Barat Embong

    Setelah pengumuan pemenang lomba fashion untuk mencairkan suasana  maka panitia menampilkan lagu-lagu arabic, dangdut, dan pop. Penampilan lagu-lagu yang dipersembahkan oleh penampil menghibur semua yang hadir yang datang pada acara malam inagurasi KKN 09. Sampai-sampai masyarakat banyak yang merikuies lagu-lagu yang mereka sukai. Karena waktu sudah larut malam maka pada sebelum penutupan di umumkan pemenang lomba Bazar Olahan Sukun dan Jagung yang telah dilakukan pada tanggal 2 Februari 2017 di rumah kepala desa Pakong. Hasil yang didapat yaitu,
1. Juara 1 diraih oleh dusun Timur Embong
2. Juara 2 diraih oleh dusun Secang
3. Juara 3 diraih oleh dusun Sorok
4. Harapan 1 diraih oleh dusun Masaran
5. Harapan 2 diraih oleh dusun Barat Embong
Setelah penggumuman pemenang acara selanjutnya makan bersama dan ditutup doa oleh wakil karang taruna. Semua rangkaian acara selesai pukul 23:00 WIB dengan lancar dan sukses.

BERBAGI ILMU ITU TAK KAN RUGI

      Sebagai pengapdian kepada negeri kelompok KKN 09 memberkan ilmu yang telah didapat selama di kampus. Bentuk pengapdian tersebut adalah mengajar sekolah SDN Pakong 2, hal ini dilakukan karena pada SDN 2 Pakong tidak memiliki tenaga ahli untuk mengajari bahasa inggris. Sehingga kelompok KKN 09 UTM berinisiatif untuk mengajar SDN 2 Pakong tersebut. Kegiatan ini dilakukan setiap hari jumat di jam pelajaran.

YOUR WORLD AS WIDE AS LANGUADE

     Dalam dunia global saat ini bahasa sangatlah penting dalam kehidupan. Hal ini karena untuk mengetahui suatu ilmu yang lebih luas maka kita harus dapat mencakup banyak informasi dari negara-negara maju dan negara tetangga. Untuk dapat berkomunikasi dengan negara-negara tersebut maka kita harus dapat menguasi suatu bahasa yang dapat mereka pahami dan mengerti. Meliahat Permasalahan tersebut maka kelompok KKN 09 berinisatif untuk membuka sekolah bahas di desa Pakong.

     Sekolah bahasa adalah semacam kursus yang terdiri dari tiga bahasa yakni bahasa arab, bahasa mandarin dan bahasa inggris. Sesuai informasi yang kami dapat saat survey di Desa Pakong bahwa sekolah dasar di desa Pakong minim pembelajaran bahasa inggris dikarenakan guru Bahasa Inggris yang kosong tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.

Metode yang terapkan dalam sekolah bahasa ini adalah speaking. KKN 09 menitik beratkan kepada speaking dan penghafalan vocabulary agar
bahasa-bahasa yang dipelajari selalu diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tiga bahasa yang ada dalam sekolah bahasa ini adalah bahasa-bahasa yang memang mereka butuhkan, bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional yang mana akan selalu muncul dalam ujian nasional sekolah, bahasa arab sebagai bahasa yang dari agama yang dianut oleh warga desa Pakong mengingat desa Pakong adalah desa yang religious dan dikeliling pesantren, dan bahasa Mandarin sebagai bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris. Pelaksanaan awal sekolah bahasa pada tanggal 20 Januari 2016 sangat membludak, sehingga kami kualahan untuk menanganinya dari tingkat TK, SD, SMP sampai SMA sangat berantusias untuk mengikuti sekolah bahasa.

DESA PAKONG TAK BUTA TEKNOLOGI?




    Pelatihan IT merupakan salah satu proker KKN 09 untuk memberikan pengetahuan bagi perangkat desa dalam mengolah data-data yang ada di desa Pakong. Pelatihan IT mempelajari tentang Microsoft Word dan Microsoft Excel. Pelatihan ini dilakukan karena kurang pahamnya perangkat desa dalam mengoprasikan Microsoft Word dan Microsoft Excel. Pelatihan dilakukan seminggu tiga kali pada hari senin, rabu dan jumat.

         Pelatihan pertama dilakukan pada tanggal 13 Januari 2017, pelatihan diikuti oleh perangkat desa untuk mempelajari dasar-dasar Microsoft Word dalam mengetik, mengedit, menghapus dan menambahkan data. Perangkat desa sangat antusias dan aktif bertanya saat pelatihan berlangsung. Pelatihan berlangsung dari pukul 19:30 WIB sampai dengan jam 23:45 WIB.

     Pelatihan berikutnya dilakukan pada tanggal 16 Januari 2017, namun pelatihan ini gagal dilakukan. Pengajar dari KKN 09 sudah berangkat ke tempat pelatihan tetapi peserta tidak ada yang datang, karena peserta semua menghadiri acara syukuran di dusun secang. Pelatihan diundur pada 17 Januari 2017, namun kondisi alam tidak mendukung hujan lebat mengguyur desa Pakong yang menyebakan pelatihan tidak dapat dilakukan. 

      Dua minggu pertama KKN pelatihan menfokuskan dalam Microsoft Word. Pada dua minggu terakhir pelatihan memfokuskan dalam mempelajari Microsoft Excel perangkat desa diajarkan untuk membuat tabel dan menggunakan fungsi-fungsi matematis dam fungsi logika dalam mengambil keputusan saat pengolahan data-data pada pelaporan daam urusan desa.

TUANGKAN EKSPRESIMU DALAM BERKARYA

     Remaja adalah suatu masa transisi adari anak-anak ke dewasa. Pada masa ini remaja mencari jati diri mereka masing-masing. Selain itu masa ini rasa penasaran remaja sangatlah besar. Agar remaja tidak terjerumus ke dalam kegiatan yang tidak jelas, maka kelompok KKN 09 UTM mengadakan pelatighan kerajinan tangan berbahan dasar bambu.

LIMA PILAR PENYOKONG DESA PAKONG


1.      Dusun Barat Embong
     Dusun barat embong terletak disebelah barat jalan poros desa Pakong. Dusun ini merupakan dusun yang paling sulit menanam hasil tani dan juga memperoleh air bersih. Hasil tani yang ditanam didaerah barat embong antara lain : jagung, singkong, cabe, kacang, dan kedelai.
      a.       Sosial Budaya
Warga dusun barat embong melakukan yasinan setiap malam jum’at. Selain itu, warga dusun barat embong juga melakukan kegiatan diba’an tetapi waktunya kondisional.
b.      Pendidikan
Pendidikan yang berada didusun barat embong adalah MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTS (Madrasah Tsanawiyah), MA (Madrasah Aliyah), beserta pondok pesantren. Dusun barat embong merupakan dusun yang memiliki pondok terbanyak, yaitu 4 pondok pesantren.
c.       Ekonomi
·         Mata Pencaharian
Warga dusun barat embong mayoritas sebagai pedagang kecil dirumah masing-masing. Selain sebagai pedagang ada yang berprofesi sebagai petani, pengepul barang bekas, tukang bangunan, wirausaha, dan tukang pijat urat.
·         Potensi yang dimiliki
Warga dusun barat embong memiliki potensi “sangkar burung”.
d.      Infrastruktur
Kondisi akses jalan di dusun barat embong cukup bagus. Beberapa minggu yang lalu dilakukan pengaspalan di dusun barat embong. Sedangkan untuk kondisi bangunan rumah warga di dusun barat embong tidak merata, ada yang menengah keatas, ada yang menengah kebawah. Namun kebanyakan rumah warga dusun barat embong tergolong menengah kebawah. Letak rumah didaerah dusun barat embong berjauhan sehingga tampak sepi. Di dusun barat embong juga terdapat satu masjid.


2.      Dusun Timur Embong
     Dusun timur embong tidak jauh beda dengan dusun barat embong. Dusun timur embong terletak disebelah timur jalan poros desa Pakong. Dusun ini tidak kesulitan dalam memperoleh air, karena dekat dengan sungai. Hasil tani yang ditanam didaerah barat embong antara lain : jagung, singkong, cabe, kacang, dan kedelai.
a.       Sosial Budaya
Para ibu-ibu PKK melakukan senam dihari jum’at dikantor kepala desa. Arisan yang dilakukan satu minggu dua kali, yasinan yang dilakukan setiap malam jum’at, pengajian yang dilakukan setiap malam kamis, serta manakiban setiap bulan.
b.      Pendidikan
Pendidikan yang berada di dusun timur embong adalah SD (Sekolah Dasar) dan pondok pesantren.
c.       Ekonomi
·         Mata Pencaharian
Warga dusun timur embong memiliki mata pencaharian supir, dagang, tukang, dan petani. Petani di dusun timur embong sangat jarang dibandingkan dengan dusun yang lainnya.
·         Potensi yang dimiliki
Warga dusun timur embong memiliki potensi “rabbana (therbheng)”
d.      Infrastruktur
Di dusun timur embong terdapat kantor kepala desa. Kondisi akses jalan di dusun timur embong juga cukup bagus. Sedangkan untuk kondisi bangunan rumah warga di dusun timur embong cukup bagus. Letak rumah didaerah dusun timur embong berdekatan sehingga tampak ramai. Di dusun timur embong juga terdapat satu masjid.
3.      Dusun Sorok
     Dusun sorok terletak ditengah-tengah desa Pakong. Dusun sorok merupakan paling aktif dalam kegiatan sosial. Hasil tani yang ditanam didaerah sorok antara lain : jagung, singkong, cabe, kacang, dan kedelai.
      a.       Sosial Budaya
Warga dusun sorok melakukan tadarus setiap malam jum’at. Pengajian yang dilakukan dua minggu satu kali, yasinan setiap malam jum’at, serta kerja bakti setiap minggu.
      b.      Pendidikan
Pendidikan yang berada di dusun sorok adalah pondok pesantren.
c.       Ekonomi
·         Mata Pencaharian
Warga dusun sorok mayoritas sebagai petani.
·         Potensi yang dimiliki
Dusun sorok memiliki potensi “air terjun lar-lar” yang cukup terkenal di desa Pakong.
d.      Infrastruktur
Kondisi akses jalan di dusun sorok cukup bagus. Sedangkan untuk kondisi bangunan rumah warga di dusun sorok juga cukup bagus. Letak rumah didaerah dusun sorok berdekatan sehingga tampak ramai.
4.      Dusun Seccang
Dusun seccang merupakan dusun paling timur desa Pakong yang berbatasan langsung dengan kecamatan Galis dan desa Mangga’an. Hasil tani yang ditanam didaerah barat embong antara lain : jagung, singkong, larbak, dan tembakau. Tanaman tembakau tidak sering dijumpai di desa Pakong seperti halnya larbek. Kedua tanaman ini hanya bisa dipanen hanya dimusim tertentu.  
a.      Sosial Budaya
Warga dusun seccang melakukan yasinan setiap malam jum’at. Selain itu, warga dusun   seccang juga melakukan pengajian setiap malam tetapi untuk malam sabtu tidak ada pengajian (libur).
             b.      Pendidikan
                  Pendidikan yang berada di dusun seccang adalah SMP (Sekolah Menengah Pertama).
             c.      Ekonomi

·         Mata Pencaharian
Warga dusun seccang mayoritas sebagai petani dan perantau. Ibu-ibu di dusun Seccang banyak yang berjualan dipasar ketika pagi hari.
·         Potensi yang dimiliki
Warga dusun seccang memiliki potensi bukit, sumur tujuh, dan cobbhu’ (tempat untuk mencuci beras).
              d.      Infrastruktur
         Kondisi akses jalan di dusun seccang sudah diaspal, begitu pula dengan kondisi bangunan  rumah warga di dusun seccang termasuk golongan menengah. Letak rumah didaerah dusun seccang berdekatan sehingga tampak ramai.
5.      Dusun Masaran
Dusun masaran terletak dibagian paling selatan bagian desa Pakong yang berbatasan dengan Alaskokon. Dusun Masaran merupakan dusun yang paling agamis diantara dusun yang lain. Hasil tani yang ditanam didaerah Seccang antara lain : jagung, singkong, cabe, kacang, dan kedelai.
              a.       Sosial Budaya
      Warga dusun masaran melakukan hadrah yang dilakukan setiap ada acara. Selain itu, warga laki-laki melakukan yasinan setiap malam jum’at.
            b.      Pendidikan
       Pendidikan yang berada di dusun Masaran adalah SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), pondok pesantren, serta satu Universitas yang ada di dusun masaran.
           c.       Ekonomi
·         Mata Pencaharian
Warga dusun masaran mata pencaharian yang ada yaitu pedagang kathul dalam bahasa indonesia dinamakan celana pendek. Mayoritas warga di dusun masaran banyak yang bekerja sebagai TKI.
·         Potensi yang dimiliki
Warga dusun Masaran memiliki banyak pondok pesantren yang cukup terkenal di Kabupaten Bangkalan. Banyak dari kecamatan lain di kota Bangkalan yang mempercayakan beberapa para santri untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren yang terletak di dusun masaran.
             d.      Infrastruktur

      Kondisi akses jalan di dusun masaran cukup bagus. Mayoritas jalannya diaspal, rumahnya juga semi permanen. Sedangkan untuk kondisi bangunan rumah warga di dusun masaran termasuk golongan menengah keatas. Tetapi warga dusun masaran kebanyakan membuat tandon untuk menampung air hujan, karena dusun masaran cukup jauh dari sumber air. Letak rumah hampir sama dengan dusun timur embong yang saling berdekatan.

Jumat, 03 Februari 2017

DIBALIK KESUKSESAN PARA SUAMI DI PAKONG

     Mungkin Anda sering mendengar sebuah pepatah yang mengatakan, di balik kesuksesan seorang pria, selalu ada sosok wanita hebat. Bagaimana tidak, istri yang paling tahu perjuangan seorang suami demi menghidupi keluarganya. Baik seorang pegawai maupun wirausahawan, semuanya melewati setiap proses untuk menempuh kesuksesan. Sementara bagi pria yang sudah berkeluarga, kesuksesan semata-mata bukan puncak karir tapi juga untuk membahagiakan keluarga.
     Selama proses menempuh kesuksesan itu berlangsung, perjalanan tidak lantas mulus begitu saja. Sudah barang pasti ada hambatan yang bisa membuat perjuangan yang dilakukan menuai kegagalan. Saat-saat seperti itulah biasanya sosok istri berperan. Dia akan memberikan dukungan penuh supaya bisa membuat suaminya semangat dan kembali bangkit.
   Penelitian yang dilakukan di Harvard Business School, menyimpulkan perempuan yang selalu memberikan dukungan kepada suaminya, bisa membuat karir sang suami meningkat dan lebih mudah merebut kesuksesan. Meskipun banyak wanita juga mengejar karir pribadinya, tetapi sebagian besar lebih memilih untuk maju bersama dengan suami agar hasil yang diperoleh bisa lebih maksimal.
     Salah satu contoh seorang istri dalam mengikuti pengajian rutin satu bulan sekali adalah  sikap yang membuat suami menjadi lebih hebat dan sukses. Hal ini terjadi karena dengan prilaku yang berdasarkan iman dan takwa kepada ALLAH SWT para istri akan terus mengingatkan dan saling menjaga prilaku suami agar tidak keluar dari koridor agama. dengan demikian membuat suami selalu berusaha kerang memberikan sesuatu yang baik dan benar menurut ke imanan mereka. Sikap tersebut telah dilakukan oleh para istri dan anak-anak desa Pakong yang telah mengikuti kegiatan rutinitas pengajian setiap satu bulan sekali di rumah Kepala desa Pakong.

KEBUGARAN IBU-IBU PKK DESA PAKONG

    Satuan team Ibu-ibu PKK desa Pakong Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan melakukan kegiatan senam bersama.  Kegiatan ini diadakan sebagai wujud kesamaan tujuan akan pentingnya olah raga untuk kesehatan. Acara senam bersama ini diadakan di rumah ibu kepala desa Pakong.

     Kegiatan senam bersama dilakukan setiap hari jumat berlangsung pada pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Pakong. Sebelum kegiatan senama ibu-ibu akan melakukan arisan terlebih dahulu. Setelah selesai arisan maka baru kegiatan senam dilakukan. Kegiatan senam ini dimulai dengan pemanasan yang dipimpin salah satu anggota Ibu PKK dan dilanjutkan dengan gerakan inti yang diiringi dengan berbagai lagu yang berirama beat. Ibu-ibu PKK sanggat antusias dalam mengikuti senam bersama ini. Tampak perserta senam yang ada saat itu keseluruhannya tidak ada yang mengalami kelelahan, meskipun senam berlangsung kurang lebih satu jam.

Senam kesegaran jasmani (SKJ) dan arisan  ini, memang dikhususkan bagi Ibu Ibu PKK. Tujuan Dari kegiatan ini adalah untuk membiasakan pola hidup sehat dalam menjaga kebugaran dan mempererat silaturahim antar ibu-ibu PKK.

POTRET WARGA PAKONG

  Masyarakat Pakong tergolong perekonomian menengah kebawah, dikarenakan penduduk desa Pakong memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang sangat bergantung pada hasil petani, tenaga kerja diluar Negeri (TKI) dan peternak. Masyarakat Dusun Barat Embong, Timur Embong, Sorok, Seccang, dan Masaran mayoritas sebagai petani penanam jagung, sukun, dan singkong. Hasil yang mereka tanam tidak dijual melainkan untuk dikonsumsi sehari-hari, karena tidak semua warga di desa Pakong sanggup membeli beras. Selain itu, masyarakat daerah Pakong lebih tertarik untuk bekerja diluar Negeri dengan gaji yang besar dibandingkan membuka usaha yang belum tentu untung. Di desa Pakong juga terdapat usaha krupuk. Beberapa lansia dan para wanita di desa Pakong membuat toko sembako kecil-kecilan. Banyak pemuda lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang pergi ke kota bahkan keluar Negeri bagi yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) demi memperoleh gaji yang besar untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik lagi sebagai motivasi besar bagi kebanyakan masyarakat. Berdasarkan diagram disamping diketahui bahwa penduduk di desa Pakong memiliki beragam pekerjaan, karena faktor lingkungan didaerah Pakong adalah gunung batu. Mayoritas warga desa Pakong adalah petani dengan persentase 58,86 % yaitu bekisar750 jiwa, pedagang 12 % yaitu 153, PNS 0,6 % yaitu 8, buruh 24,72 yaitu 315, dan jasa 3,8 % yaitu 48.










melihat kondisi geografis dari desa Pakong dapat disimpulkan mayoritas penduduk desa berprofesi sebagai petani. hal ini didukung dengan data diatas bahwa petani menduduki peringkat pertama sebesar

POTRET PENDUDUK DESA PAKONG


    Berdasarkan data penduduk yang telah diterima, jumlah penduduk desa Pakong yaitu 3.968 jiwa yang mencakup semua jenis kelamin, pria-wanita, tua-muda, kecil-dewasa. Jumlah penduduk yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 1924 jiwa, sedangkan perempuan sebesar 2044 jiwa. Selisih penduduk yang bergender laki-laki dan perempuan sebesar 120 jiwa lebih banyak penduduk perempuan. Jumlah Kepala Keluarga di desa Pakong sebesar 737 KK.

POTRET PERTANIAN DESA PAKONG




         Kehidupan sosial masyarakat desa Pakong rata-rata sebagai petani. Pakong merupakan salah satu desa di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, desa Pakong mempunyai potensi bidang pertanian dan peternakan. Setiap dusun yang berada di desa Pakong umumnya memiliki potensi berbeda-beda. Dusun Barat Embong memiliki hasil tani jagung, kacang ijo, mangga, kedelai, singkong, dan pohon pisang. Dusun Timur Embong hasil tani yang menonjol yaitu jagung, singkong, kedelai, kacang, dan cabe. Dusun Sorok hasil tani yang menonjol yaitu jagung, cabe, pisang, dan kedelai. Dusun Seccang memiliki hasil tani singkong, jagung, tembakau, dan pisang. Dan dusun Masaran hasil tani yang menonjol yaitu jagung dan singkong. Rata-rata potensi lokal yang ada di desa Pakong yaitu jagung, selain itu kedelai, kacang ijo, cabe, mangga, singkong, larbak, dan sukun.
a.      Jagung
J
agung merupakan bahan pokok pengganti beras warga Pakong. Warga sekitar masih kurang mengetahui pengolahan jagung menjadi usaha. Warga sekitar juga tidak pernah menjual hasil tani yang dimiliki, dikarenakan hasil tani tidak bisa maksimal akibat serangan hama sekitar area pertanian

b.      Sukun
S
ebagian warga desa Pakong memiliki pohon sukun, tidak jauh berbeda dengan jagung. Sukun jarang dimanfaatkan untuk usaha agar dapat menambah penghasilan. Kebanyakan warga hanya menjual sukun dalam bentuk buahnya dan mengolah sukun dengan cara direbus serta digoreng menggunakan balutan tepung terigu yang manis untuk dikonsumsi sendiri. Pemanfaatan sukun belum dikatakan maksimal, karena para warga perlu diberi pengetahuan untuk mengolah berbagai macam olahan yang berbahan dasar sukun.

c.       Singkong

T
anaman singkong tidak ditanam secara keseluruhan didaerah pertanian. Petani menanam singkong hanya sekitar perbatasan sawah hak milik masing-masing. Jadi tanaman singkong hasil panennya tidak banyak seperti jagung.


d.      Larbak
L
arbak merupakan tanaman yang cukup terkenal didaerah Pakong. Larbak banyak dimanfaatkan warga desa Pakong, tetapi larbak tidak selalu ada karena larbak merupakan tanaman pemilih dalam penanamannya. Sehingga larbak hanya dimanfaatkan hanya dimusim penghujan.

e.       Cabe

T
idak semua warga desa Pakong menanam cabe, tanaman cabe cukup sulit untuk ditanam karena memerlukan perawatan yang khusus. Sehingga hanya beberapa warga saja yang menanam cabe.

f.       Kedelai 

M
ayoritas warga desa Pakong menanam kedelai dimusim kemarau. Warga desa Pakong yang memiliki lahan untuk ditanami kedelai tidak keseluruhan mempunyai. Namun ketika kami KKN kami tidak menjumpai kedelai dikarenakan musim penghujan.

g.       Kacang 

M
ayoritas warga desa Pakong menanam kedelai dimusim kemarau. Warga desa Pakong yang memiliki lahan untuk ditanami kedelai tidak keseluruhan mempunyai. Namun ketika kami KKN kami tidak menjumpai kedelai dikarenakan musim penghujan.