Upaya Penguatan Pendidikan Karakter untuk mencetak Generasi yang Cerdas dan Berkarakter

         Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk di berikan kepada generasi selanjutnya, seiring perkembangan zaman yang semakin pesat belum lagi era globalisasi yang cenderung memiliki berbagai dampak terhadap daya fikir anak. Disamping dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi atau biasa disebut IPTEK, anak-anak juga perlu dibekali pendidikan karakter yang kuat. Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk membekali generasi dengan nilai-nilai budaya bangsa agar tidak mudah terpengaruh budaya asing. Selain itu, pendidikan karakter diharapkan dapat melatih dan mengembangkan kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.
Share:

Cegah Penyakit Difteri Sejak Usia Dini melalui Progam Imunisasi

Pengukuran Tinggi Badan oleh Mahasiswa KKN Tematik
    Difteri merupakan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Penyakit ini bisa dicegah melalui imunisasi kepada anak usia dini (4-6 tahun). Perlindungan tersebut umumnya dapat melindungi anak sampai seumur hidup.

Share:

Silaturahmi ke Perangkat Desa Pakong, Peserta KKN Bahagia

Kuliah Kerja Nyata Universitas Trunojoyo Madura resmi di mulai pada 18 Juli 2018. Setelah dibuka langsung di Kecamatan Modung, kelompok 100 lalu menuju Desa Pakong untuk  menyiapkan seluruh perlengkapan di Posko yang terletak di Dusun Secang, Desa Pakong, Kecamatan Modung, Bangkalan. Tiba di lokasi para peserta yang berasal dari berbagai program studi di Universitas Trunojoyo Madura langsung berbenah dan menyiapkan segala sesuatunya di posko KKN 100.

Esok harinya, Kamis 19 Juli 2018, Pukul 20.00 lepas sholat isya seluruh peserta dari KKN kelompok 100 yang berjumlah 15 orang langsung menuju rumah Kepala Desa yang sementara ini juga di manfaatkan sebagai kantor Desa Pakong, karena terhambat renovasi. Pada acara yang dikemas sebagai “Silahturahim dan pengenalan kepada Aparat Desa Pakong” di hadiri oleh beberapa perwakilan dari Karang Taruna, Kepala PKK, Ibu Kepala Desa, BPD, Sekretaris Desa Pakong dan juga beberapa Ketua RT/RW.

Suasana hangat Silahturahim dengan Perangkat Desa Pakong
Setelah individu memperkenalkan diri,  Koordinator Desa Kelompok 100 “Romdlan” menyampaikan rangkaian program kerja yang sudah di rencanakan. Salah satu progam kerja yang menarik adalah Progam Kampung KB Secang yang bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Tak lupa permohonan bimbingan, partisipasi serta dukungan dari masyarakat sangat diharapkan dalam pelaksanaan program kerja tersebut. Ariyanto (Perwakilan BPD Pakong) dalam sambutannya menerima dengan senang hati kedatangan tamu dari UTM ini dan mendukung segala aktivitas yang dilakukan, terlebih program kerja yang diajukan sangat bermanfaat untuk warga Desa Pakong. Semakin malam, terlihat arah diskusi begitu menarik untuk mengembangkan berbagai potensi untuk kemajuan desa ini. Dalam hal ini, rasa lega dan bahagia telah merasuk kedalam hati peserta KKN untuk melaksanakan pengabdian sekalipun waktunya kurang dari satu bulan. 
Share:

Canda Tawa Warnai Pembukaan KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura

Pembukaan KKN Tematik oleh Perwakilan LPPM UTM
Ada yang berbeda pada penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Trunojoyo Madura tahun 2018, jika pelaksanaan KKN sebelumnya upacara pelepasan Peserta KKN dilaksanakan di Universitas Trunojoyo Madura, maka pada tahun ini upacara pembukaan KKN yang di selenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat langsung dibuka di Kecamatan masing-masing. Tidak ketinggalan untuk kelompok 100 yang beruntung di tempatkan pada Desa Pakong, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Rabu, 18 Juli 2018 di Kantor Kecamatan Modung, dilaksanakan upacara pembukaan KKN Tematik UTM tahun 2018. Pada acara yang berlangsung dari pukul 10.12 sampai dengan 12.07 WIB diikuti oleh 9 kelompok, yang terbagi di beberapa desa yaitu Desa Pakong, Desa Nerro, Desa Paeng, Desa Modung, Desa Manggaan, Desa Brakas Dajah, Desa Patereman, Desa Karang Anyar dan Desa Kolla.
“Saya mewakili elemen masyarakat Kecamatan Modung menyambut dengan hangat seluruh peserta KKN Tematik UTM. Besar harapan kami adek-adek mahasiswa dapat mengoptimalkan berbagai potensi desa menjadi nilai nilai yang lebih berkualitas dan menjaga komunikasi dengan masyarakat sekitar”, tutur M. Ainul Ghufron selaku Camat Modung pada saat memberikan sambutan kepada peserta KKN Tematik.

 Pada acara pembukaan juga di hadiri oleh Perwakilan LPPM Universitas Trunojoyo Madura, Perwakilan Polsek Modung, Komandan Koramil Kecamatan Modung dan beberapa elemen penting lainnya. Canda tawa terlihat pada wajah peserta KKN Tematik seusai prosesi pembukaan yang menggambarkan semangat tinggi untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat.  Tak lupa pada akhir acara di tutup dengan doa yang bertujuan supaya kegiatan KKN yang akan berlangsung selama 26 hari akan berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan yang berarti.
Share:

PROFIL DESA

Desa Pakong adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Desa Pakong terletak 15 KM ke arah Barat daya dari kota Kecamatan. Desa Pakong merupakan salah satu dari 17 desa yang terdapat di Kecamatan Modung dengan luas wilayah 142,50 hektar. Desa Pakong sebelah utara berbatasan dengan Pakaan Laok Kecamatan Galis, bagian selatan berbatasan dengan Glisgis Kecamatan Modung, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Alaskokon Kecamatan Modung, dan sebelah timur desa Pakong berbatasan dengan Mangga’an Kecamatan Modung. Desa Pakong memiliki 5 dusun, yaitu : Dusun Barat Embong, Timur Embong, Sorok, Seccang, dan Masaran. Jalan antar dusun dapat dikatakan mudah untuk dijangkau dikarenakan kondisi jalan yang sudah dapat dilewati kendaraan roda empat sehingga komunikasi antar dusun dapat terjalin dengan baik. Jarak desa Pakong ke kota Kecamatan ± 35 KM dengan lama tempuh ±90 menit perjalanan. Sedangkan jarak desa ke Kabupaten ±26 KM dengan lama tempuh 60 menit.

     Kehidupan sosial masyarakat desa Pakong rata-rata sebagai petani. Pakong merupakan salah satu desa di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, desa Pakong mempunyai potensi bidang pertanian dan peternakan. Setiap dusun yang berada didesa pakong umumnya memiliki potensi berbeda-beda. Dusun Barat Embong memiliki hasil tani jagung, kacang ijo, mangga, kedelai, singkong, dan pohon pisang. Dusun Timur Embong hasil tani yang menonjol yaitu jagung, singkong, kedelai, kacang, dan cabe. Dusun Sorok hasil tani yang menonjol yaitu jagung, cabe, pisang, dan kedelai. Dusun Seccang memiliki hasil tani singkong, jagung, tembakau, dan pisang. Dan dusun Masaran hasil tani yang menonjol yaitu jagung dan singkong. Rata-rata potensi lokal yang ada di desa Pakong yaitu jagung, selain itu kedelai, kacang ijo, cabe, mangga, singkong, larbak, dan sukun.

      Sedangkan dari segi pendidikan yang ada desa Pakong yaitu terdapat 2 Sekolah Dasar/Sederajat (SD), terdapat 4 Sekolah Menengah Pertama/Sederajat (SMP), terdapat 2 Sekolah Menengah Atas/Sederajat (SMA), serta 1 Universitas Swasta.

    Petani didaerah Pakong merupakan daerah gunung kapur. Warga desa Pakong tidak dapat menanam padi sehingga warga desa Pakong harus membeli beras untuk dikonsumsi. Mayoritas warga desa Pakong menanam jagung, sukun dan singkong untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai pengganti beras. Lahan yang digunakan untuk menanam padi tidak sesuai sesuai dengan standart kelayakan untuk ditanami padi yang mengakibatkan gagal panen. Menanam jagung didesa Pakong tidak semudah menanam jagung didaerah lain, karena dalam menanam jagung beserta tanaman lain warga harus mencari tanah yang berada disela-sela batu kapur. Didesa Pakong terdapat tanaman yang cukup terkenal yaitu larbak (kentang hitam). Larbak merupakan hasil tani dari penduduk desa Pakong yang terletak didusun Seccang. Larbak mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan, karena Larbak hanya ada didesa Pakong dan begitu langka. Larbak tersebut merupakan hasil tani sejenis umbi-umbian yang mempunyai nilai jual yang tinggi. Larbak dibudidayakan hanya pada musim penghujan. Ketika musim kemarau petani larbak tidak dibudidayakan karena kesulitan air. Tanaman larbak tidak dapat dijadikan sebagai program kerja karena baru saja ditanam oleh warga sekitar.

     Berdasarkan data penduduk saat ini, jumlah penduduk desa Pakong yaitu 3.968 jiwa yang mencakup semua jenis kelamin, pria-wanita, tua-muda, kecil-dewasa. Mayoritas warga desa ini adalah muslim, dan hal tersebut didukung dengan kondisi sosial-budaya yang melekatnya tradisi Islam disekitar desa dan adanya pondok-pondok kecil hampir diseluruh desa Pakong, serta pendidikan bernuansa Islam.
Share:

KENAPA PERLU SERTIFIKASI TANAH ?

    
Dalam sebuah masyarakat yang demokrasi saat ini sesuatu harus berdasarkan suatu fakta dan bukti yang kongkrit. Salah satu contohnya dalam pmenyertifikatkan suatu tah sebagai hak milik.

      Kenapa perlu sertifikasi tanah? Tentu, untuk melindungan hak milik dalam suatu kepemilikan. Seperti diketahui, banyak masyarakat saat ini yang sedang memperebutkan sesuatu tanah antar warga dengan warga lain. hal ini terjadi karena tidak adanya hak milik yang membuktikan bahwa tanah tersebut miliknya. Selain warga dengan warga, perebutan sengketa tanah juga terjadi antara warga dengan suatu perusahan atau instansi pemerintahan. Lagi-lagi hal ini terjadi karena ketidak jelasan dari kepemilikan suatu tanah. 

     Melihat dari suatu kondisi tersebut maka perangkat desa Pakong menyelenggarakan sosialisasi "Pendaftaran Tanah Sistematis Langkap 2017". Acara tersebut berlangsung pada tanggal 2 Februari 2017 pada pukul 08:00-11:00 WIB di rumah Kepala desa Pakong. Acara ini dihadiri oleh BPN Bangkalan yang dihadiri oleh lebih dari 100 warga. BPN Bangkalan menjelaskan bahwa pentingnya sertifikasi tanah untuk melindungi hak milik warga desa Pakong. Selain itu BPN Bangkalan juga menjelaskan langkah-langkah dalam mendaftarkan tanah mereka. Tujuan diadakan sosiali sasi ini untuk memberi pengetahuan kepada warga desa Pakong akan pentinnya sertifikasi suatu kepemilikan.
Share:

PISAH KENANG DAN RAMAH TAMAH KKN 09 UTM DI RUMAH KEPALA DESA PAKONG


       Acara Malam terakhir KKN 09 pada tanggal 5 Februari 2017 merupakan pisah kenang dan ramah tamah bersama perangkat desa Pakong. Acara tersebut dimulai dari pukul 21:00-24:00 yang dihadiri oleh kelompok KKN 09 UTM dan perangkat desa Pakong yang bertempat di rumah Kepala desa Pakong. Pisah kenang ini merupakan undangan dari H. Samsul Hadi sebagai Kepala desa Pakong sebagai malam terakhir dengan kelompok KKN 09 UTM. Dalam acara tersebut berdiskusi tentang kondisi desa, kegiatan sehari-hari, dan bernyanyi bersama untuk menghangatkan suasana. Acara ditutup dengan makan bersama-sama.Dengan adanya acara ini diharapkan agar terbinanya hubungan silatrurahim yang baik antar kelompok KKN 09 dengan perangkat desa Pakong.

Share:

About

Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.